Sunday, May 15, 2016

#1:Inilah Cikar Motor Angkut Sampah dengan Energi Matahari

#1:berita barca - #1:Inilah Cikar Motor Angkut Sampah dengan Energi Matahari


Jalanan Denpasar, Bali makin menyempit. Makin banyak ruas jalan malah dijadikan garasi mobil. Truk pengangkut sampah tak menjangkau pemukiman. Muncul lah cikar atau motor dengan bak pengangkut sampah.


Salah satu desa berinovasi dengan membuat cikar listrik. Energi penggeraknya dari panen cahaya matahari dengan bantuan atap solar panel.

Desa Pemecutan, Denpasar Barat juga mendeklarasikan diri sebagai desa yang akan mengelola sampah. Saat ini belum sampai zero waste. Masih ada anorganik yang harus diangkut truk pemerintah ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Bekerja sama dengan sejumlah pegiat energi terbarukan, desa ini merancang cikar listriknya. Baru satu cikar yang diujicobakan selama beberapa bulan ini. Cikar istimewa ini menjadi pusat perhatian warga dan para supir cikar pengangkut sampah.
Satu unit cikar listrik dengan energi surya yang digunakan untuk mengangkut sampah di Desa Pemecutan, Denpasar Barat, Bali. Foto : Luh De Suriyani

Satu unit cikar listrik dengan energi surya yang digunakan untuk mengangkut sampah di Desa Pemecutan, Denpasar Barat, Bali. Foto : Luh De Suriyani

Atapnya memantulkan cahaya karena plat panel surya yang terpasang di atasnya. Ada 4 plat terpasang untuk memanen panas matahari. Listrik yang dihasilkan disimpan dalam baterai (aki).

Cikar Surya ini mendapat apresiasi Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang menurutnya sejalan dengan kampanye lingkungan. Rai Mantra, panggilan pria yang menjadi walikota dua periode ini mencoba mengendarai motor yang tak bising dan berasap ini. “Denpasar bersih dengan energi bersih,” ia berwacana.

Program inovasi berbasis lingkungan disebut akan menjadi prioritas. “Bukan hanya bersih tapi juga memutus penyakit dan lainnya. Kita harus melibatkan anak-anak agar memutus siklus ketidakpeduliaan dari orangtuanya. Revolusi mental dari sampah,” ujar Rai Mantra.

Menurutnya perusahaan juga harus peduli. Ia mencontohkan sampah teh gelas banyak berserakan, dan yang punya pabrik harus bertanggung jawab sosial tak hanya jual produk saja. Ia mengatakan cikar surya ini tak hanya gunakan energi bersih tapi juga bisa menghasilkan listrik yang bisa dijual ke PLN lewat BUMDes.

Lebih Hemat

Agung Putradhyana, pecinta energi surya yang mewujudkan cikar surya pertama dan baru satu-satunya di desa ini. Biaya merakitnya hampir sama dengan harga cikar bahan bakar minyak (BBM). Ia meyakini di masa depan, akan jauh lebih hemat karena tak perlu bensin dan oli.

Panel terpasang kemampuannya 400 Watt per jam. Untuk perhitungan rata-rata, jika mendapat 4 jam sinar optimal maka menghasilkan 1600 Watt sehari. Bisa lebih kalau cahaya lebih terik. Kemungkinan bisa sampai 2400 Watt per jam. “Bisa juga kurang kalau mendung kebangetan,” jelasnya.

0 comments:

Post a Comment